Jubir HTI: Aksi 212 Menunjukkan Persatuan Umat dalam Naungan Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah

MuslimahNews.com – Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto menegaskan Reuni Aksi 212 adalah momen ukhuwah untuk meninggikan kalimat Tauhid. Hal itu diungkap melalui akun Facebook resmi miliknya, Ahad (2/12/2018).

[Foto. Dokumen Halaman Facebook, M Ismail Yusanto]

“Hari ini lebih dari 5 juta peserta, mengikrarkan semangat yang sama, untuk bersatu dalam naungan Laa ilaaha illallaah Muhammad Rasuulullaah,” sambungnya.

Ustaz Ismail juga menuliskan bagaimana kuatnya magnet Islam mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat, “Semuanya bangga dengan La Ilaha Illa-Llah Muhammad Rasulullah. Muslim, Non-Muslim, Berjilbab, yang tidak, Bertato, Rider, Tentara, Geng Motor, dan masya Allah.. Hanya untuk menunjukkan betapa ajaibnya kekuatan Islam menembus hati seluruh lapisan manusia.”

Pantauan MNews saat aksi 212 berbagai elemen masyarakat tumpah ruah menghitamputihkan langit Jakarta sambil mengibarkan bendera Islam Al-Liwa’dan Ar-Rayah. Di antara mereka juga hadir kelompok pemuda Muslim dari komunitas Punk.

Media-media internasional turut memberitakan agenda besar umat Muslim Indonesia itu, di antaranya AFP News Agency, Southeast Asia, DW, Straitsimes, Dailymail, dan lain-lain.

“Aksi 212 ini untuk menunjukkan bahwa bendera tauhid bukanlah sembarang simbol, ini adalah cerminan dari kesatuan pikiran dan perasaan umat Islam,” ujar Ustaz Ismail Yusanto usai acara diskusi publik Tabloid Media Umat di Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (29/11/2018)

Menurutnya, aksi 212 ini adalah bentuk pengakuan dan jawaban bahwa bendera tauhid itu adalah liwa dan rayah, sebagaimana yang tersebut dalam hadis Nabi SAW.

Dikutip dari Media Umat, Ustaz Ismail menilai hukuman pada pelaku pembakaran bendera tauhid adalah penghinaan baru karena tidak pernah diakuinya pelaku melakukan pembakaran. “Apalah artinya hukuman sepuluh hari dengan denda sepuluh ribu dan itu menurut kita adalah penghinaan baru bahwa tindakan itu seolah-olah tidak masalah karena tidak pernah diakui mereka melakukan pembakaran terhadap bendera tauhid, jadi mereka disalahkan karena kegaduhan, andai mereka tidak gaduh maka ia tidak salah,” ucapnya.[]

%d blogger menyukai ini: