Dua Muslimah menjadi Anggota Kongres AS, Apa Pengaruhnya bagi Kaum Minoritas?

MuslimahNews.com — Dua muslimah lolos menjadi anggota Kongres setelah menang dalam pemilihan sela 2018 Amerika Serikat, Selasa (6/11/2018). Keduanya adalah Ilhan Omar yang merupakan mantan pengungsi Somalia, dan Rashida Tlaib, imigran asal Palestina.

Tanggapan datang dari Fika Komara, kepada MNews, Sabtu (10/11/2018), pengamat politik internasional ini mengungkapkan bahwa kemenangan dua muslimah itu tak lain merupakan jebakan sistem demokrasi.

“Partisipasi demokrasi sesungguhnya merupakan jebakan yang sering dipakai Barat untuk mengontrol sikap umat Islam,” tukasnya.

Menurut Fika, janji manis perjuangan melalui jalan demokrasi acapkali melemahkan militansi umat karena mereka merasa sudah ‘berjuang’ menyuarakan nasib mereka. “Hingga mereka lupa bahwa jalan perjuangan sesungguhnya tidak sebatas mendapatkan hak penuh sebagai minoritas tapi bagaimana menegakkan Islam dan kalimat Allah di muka bumi seperti perjuangan Rasulullah Saw,” sambungnya.

Fika juga mengungkap potensi besar suara kaum Muslimah di AS yang digunakan untuk kepentingan partai Demokrat, namun itu semua tak memberikan pengaruh apa-apa untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan Islam.

“Suara kaum Muslimah di AS jelas sangat seksi bagi kepentingan Demokrat karena mereka mewakili kaum marginal yang minoritas. Tapi sekali lagi pernyataan mendasarnya adalah apakah keberadaan mereka dalam parlemen mampu meninggikan kalimat Allah? Atau justru sebaliknya?” Ungkapnya.

Kedua Muslimah yang terpilih masuk menjadi anggota kongres AS itu merupakan politikus Demokrat yang berasal dari wilayah Midwest Amerika, dan tokoh yang cukup vokal dalam advokasi kelompok minoritas.[]

%d blogger menyukai ini: