Jawaban atas Kisruh Politik menuju Pilpres 2019

MuslimahNews.com — “Umat Islam yang tengah berharap pada sosok pemimpin ulama untuk menjadi umara, sekali lagi akan dikecewakan. Karena sesungguhnya sistem demokrasi liberal tidak berpihak pada umat Islam,” ungkap Ustazah Ratu Erma menanggapi dagelan politik yang dimainkan para elit saat ini menuju kontestasi pemilu 2019.

Terkait fenomena dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) kepada Jokowi yang dianggap mengecewakan, Ustazah katakan, “Harus dipahami umat di tengah kegundahan atas nasib mereka dan kebingungan mencari sosok pemimpin adalah bahwa Allah SWT mewajibkan pada umat Islam untuk mengangkat pemimpin Muslim yang mengatur kepentingan manusia dengan syariah Islam dalam naungan Khilafah. Perintahnya bukan hanya memilih orang, tetapi mewujudkan sistem pemerintahan Islam, yaitu Khilafah.”

Kepada MNews Ustazah menyatakan bahwa Khilafah akan menjalankan sistem politik, ekonomi, sosial, hukum dan sanksi, sistem pendidikan dan sistem lainnya sesuai aturan Sang Pencipta manusia yang Maha Adil dan Maha Mengetahui.

Ustazah lalu menjelaskan, “Memilih pemimpin Muslim melalui ‘permainan’ demokrasi adalah sebuah harapan palsu. Politik demokrasi yang sumber hukumnya adalah akal manusia yang berdasar pada kepentingan egosentris, akan menjegal langkah siapa saja yang tak sejalan dengan kepentingan para pemilik modal,” lalu dia mengungkap bahwa politik demokrasi bersifat transaksional, tawar menawar, tidak ada kawan atau lawan yang abadi, tetapi kepentinganlah yang abadi.

Sebaliknya, “Dalam politik Islam, jika ada pemimpin yang melalaikan kebutuhan mereka dengan janji-janji dustanya, maka pemimpin ini akan segera diperkarakan bahkan bisa sampai diberhentikan jika tetap melanggar,” tukasnya, Kamis(12/7/2018).

Pemimpin dalam sistem Islam, kata Ustazah, tidak akan mengatur rakyat berdasar pada kepentingan pribadi dan kelompoknya, karena ia diangkat untuk melayani kepentingan umat. “Tidak ada money politic dan perilaku korup, proses pengangkatan Khalifah efektif efisien, tidak lama dan tidak mahal. Kriteria pokok calon Khalifah dan mekanisme pengangkatan pun sudah jelas. Ini semua karena hukum tata laksana pemerintahan dalam Islam, sudah lengkap dan rinci, disertai dengan komitmennya atas supremasi hukum.”

Menurutnya, sudah semestinya umat memahami bahwa penguasa yang semakin zalim hari ini disebabkan karena mereka bekerja dalam koridor hukum sekuler. “Meski penguasa Muslim, namun mereka bekerja dalam sistem demokrasi liberal untuk melayani kepentingan pemodal (kapitalis), yang mengantarkannya pada kursi kekuasaan. Kebijakan politiknya memihak kepentingan investor. Karenanya, umat Islam dalam cengkeraman rezim dan sistem demokrasi tidak akan mempunyai pemimpin Muslim yang menjalankan amanah Allah SWT pada mereka untuk menyejahterakan seluruh rakyat.”[] MNews

%d blogger menyukai ini: