Dalam Kecaman dan Kutukan, Netanyahu Senang Dikunjungi Yahya Staquf

MuslimahNews, TEL AVIV — Kecaman dan kutukan dari berbagai pihak di Indonesia dan Palestina terus bergulir merespons lawatan Yahya Cholil Staquf ke Israel. Meski mengklaim kunjungan itu atas nama pribadi, banyak kalangan yang menyayangkan kedatangan Yahya Staquf di saat Israel membunuhi kaum Muslimin dan merampas tanah Palestina. Bahkan menurut data Kementerian Kesehatan Palestina, Israel telah menewaskan lebih dari 120 jiwa sejak 30 Maret 2017 dan 3.700 lainnya luka-luka.

Katib Aam PBNU yang juga anggota Wantimpres itu dalam lawatannya melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Kamis (14/06/2018). Hal itu dipublikasi Netanyahu melalui unggahan foto dirinya sedang berjabat tangan dengan Yahya Staquf di Twitter. Selain itu, Yahya Staquf turut didampingi oleh rombongan delegasi NU lainnya.

“Pertemuan khusus hari ini di Yerusalem dengan Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal organisasi Islam global Nahdlatul Ulama. Saya sangat senang melihat bahwa negara-negara Arab dan banyak negara Muslim semakin dekat dengan Israel!” cuitnya di Twitter.

Lawatan Yahya Staquf ke Israel menjadi sorotan berbagai pihak akhir-akhir ini. Sejak mengunjungi Israel awal pekan ini, Yahya Staquf menjadi tamu dalam Forum Global yang diadakan oleh Komite Yahudi Amerika di Yerusalem. Forum Global tersebut diadakan menyambut 70 tahun berdirinya Israel.

Klaim kunjungan atas nama pribadi dipatahkan oleh Fadli Zon, “Pembelaan Staquf yang mengklaim kunjungannya dalam kapasitas pribadi, jelas tak dapat diterima. Staquf adalah penasihat Presiden, anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Posisinya setingkat menteri yang berarti juga pejabat negara. Dan jabatan tersebut selalu melekat, tak bisa dipisahkan,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Rabu (13/06/2018).

Politisi Gerindra ini menjelaskan bahwa sikap politik Yahya Staquf sebagai pejabat negara seharusnya sejalan dengan pemerintah. Pun banyak pihak yang mengecam dan menganggap apa yang dilakukannya mempermalukan kaum Muslimin Indonesia, sehingga tampilannya di atas panggung berlumur darah saudara kaum Muslimin Palestina tak seharusnya terjadi.[] MNews

%d blogger menyukai ini: