Menggapai Lailatul Qadar

Oleh. Dr. Rahma Qomariyah

MuslimahNews.comLailatul Qadar di bulan Ramadan adalah dinanti-nanti kaum Muslimin. Tidak ada seorangpun ingin melewatkannya tanpa mengisi dengan ibadah. Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda sebagai ganjaran ibadah hamba-Nya. Rasulullah bersabda yang artinya: …siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan sunnah, maka akan diberi pahala sama dengan melaksanakan amalan fardhu di bulan yang lain. Dan siapa saja yang melaksanakan kewajiban di bulan Ramadan, maka akan mendapat pahala 70 kali.(Ibn Huzaimah at Targhib II/217)

Pada bulan Ramadan ada malam yang mulia dan istimewa, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau 83 tahun, 4 bulan. Luar biasa.

Firman Allah surat Al-Qadr; 1-5:

وبإسناده عن ابن عباس في قوله تعالى { إِنَّا أَنزَلْنَاهُ } يقول أنزلنا جبريل بالقرآن جملة واحدة على كتبة ملائكة سماء الدنيا { فِي لَيْلَةِ القدر } في ليلة الحكم والقضاء ويقال في ليلة مباركة بالمغفرة والرحمة ثم نزل بعد ذلك على النبي صلى الله عليه وسلم نجوماً { وَمَآ أَدْرَاكَ } يا محمد تعظيماً لها { مَا لَيْلَةُ القدر } ما فضل ليلة القدر ثم بين فضلها فقال { لَيْلَةُ القدر خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ } يقول العمل فيها خير من العمل في ألف شهر ليس فيها ليلة القدر { تَنَزَّلُ الملائكة والروح } جبريل معهم { فِيهَا } في أول ليلة القدر { بِإِذْنِ رَبِّهِم } بأمر ربهم { مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلاَمٌ } يقول يسلمون على أهل الصوم والصلاة من أمة محمد صلى الله عليه وسلم تلك الليلة ويقال من كل أمر سلام يقول من كل آفة سلامة تلك الليلة { هِيَ } يقول فضلها وبركتها { حتى مَطْلَعِ الفجر } يعني إلى الصبح .

[1]. Dan dengan isnadnya dari Ibn Abbas di dalam firman Allah (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) melalui Jibril secara keseluruhan atas tulisan malaikat di langit dunia (pada malam kemuliaan) pada malam hukum dan ketetapan. Dikatakan pada malam yang berkah dengan ampunan dan rahmat (Allah) kemudian menurunkan setelah yang demikian itu kepada kepada Nabi Muhammmad SAW secara berangsur-angsur.[2] (Dan tahukah kamu ) Wahai Muhammmad sebagai pengagungan padanya (apakah malam kemuliaan itu) maka apakah keutamaan malam lailatul qadar, kemudian menjelaskan keutamaannya, maka berkata: [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan) berkata amal didalamnya lebih baik dari amal seribu bulan selain malam lailatul qadar. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat) dan malaikat Jibril bersama mereka didalamnya diawal malam lailatul qadar (dengan izin Tuhannya) dengan perintah Tuhannya (untuk mengatur segala urusan) [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan. Berkata kesejahteraan bagi orang-orang yang shaum, shalat dari umat Nabi Muhammad pada malam itu dan dikatakan dari setiap perkara selamat dari setiap gangguan dengan betul-betul selamat pada malam itu yaitu berkata keutamaan dan berkahnya (sampai terbit fajar) yaitu sampai shubuh. (Tafsir Ibn Abbas juz II, hlm 149).

Maksud satu malam itu lebih baik dari pada seribu bulan adalah beramal saleh pada malam itu (dari Maghrib sampai Subuh) lebih baik dari pada beramal saleh seribu bulan di bulan yang lain (Tafsir Jalalain, tafsir surat al Qadr ayat 3; Tafsir Ibn Abbas juz II, hlm 149). Sementara seribu bulan itu setara dengan 83 tahun 4 bulan. Padahal menurut Rasulullah umur umatnya rata-rata 60 tahun sampai 70 tahun, dan sedikit yang diatas 70 tahun. Itupun belum tentu kita mampu menggunakan secara efektif untuk beribadah. Bisa jadi diantara kita ada yang memulai ibadah secara benar dan kafah sejak umur 15 tahun atau 20 tahun. Bahkan ada yang telat, baru beribadah, yaitu melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, setelah sudah tumbuh uban di kepala. Disamping itu dalam satu hari, tidak mungkin kita beribadah selama 24 jam.

Lailatul Qadar diturunkan Allah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Karenanya Rasulullah pada waktu tersebut mengintai dan memburunya. Beliau semakin menggiatkan ibadahnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Mengingat keistimewaan malam Lailatul Qadar yang luar biasa itu, tentu kaum Muslim ingin mendapatkannya. Secara umum kiat untuk memperoleh Lailatul Qadar adalah sebagai berikut: Menghidupkan malam pada sepuluh hari terakhir. Dari Aisyah, ia berkata:

ا ن النبى ص م اذا د خل العشرالاواخر احي اليل وايقظ اهله وشد المئزر

Bahwa Nabi Saw. Apabila sepuluh hari terakhir sudah masuk, maka beliau menghidupkan malam itu, membangunkan keluarganya dan mengikat sarungnya (HR Ahmad, Bukhari-Muslim)

Dari hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah senantiasa menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan, dan membangunkan keluarganya. Ada keterangan bahwa Rasulullah membangunkan anggota keluarganya. Tujuannya untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah.

Bagi Muslim dan Muslimah menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan melaksanaknakan semua amal yang wajib dan mengoptimalkan amal yang sunnah sebagai berikut:

I’tikaf

Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah beri’tikaf 10 hari terakhir Ramadan sampai beliau wafat. (Bagi wanita yang sedang istihadlah (keluar darah penyakit) boleh beri’tikaf. Lihat Nailul Author bab i’tikaf

Salat

Sebaiknya bacaan suratnya yang panjang karena pahala Alquran yang dibaca satu huruf diluar salat mendapat pahala 10 kali kebaikan dan di dalam salat 50 kali kebaikan.
Membaca Alquran.

Para sahabat biasa mengkhatamkan Alquran sehari semalam, di antaranya Ustman bin Affan, Tamim, Said dan Zubair selama Ramadan. (At Tibyan fi Hamalah Al Qur’an, an Nawawi hlm. 47-48)

Berzikir

Memohon ampun kepada Allah dan berdo’a. Dan do’a yang biasa dipanjatkan Rasulullah pada malam Lailatul Qadar adalah:

اشهد ان لااله الاالله استغفرالله نسئلك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخطك والنار

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Saya memohon ampun kepadaMu ya Allah, kami memohon ridaMu dan surgaMu, Ya Allah, dan lindungilah kami dari murkaMu dan neraka.

ا للهم انك عفو تحب العفو فاعف عنى
Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memaafkan, maka maafkan aku.
(HR Ahmad, Ibn Majah dan Turmudzi dalam Fikih sunnah).

Ditambah amal ibadah yang lain pada malam itu (dari Maghrib sampai Subuh) seperti memberi makan untuk orang yang berbuka dan sahur, sedekah kepada anak yatim, yatim piatu atau fakir miskin, mengeluarkan zakat saat malam Lailatul Qadar. Pun tak lupa kita mengakaji Islam, dakwah dan mendengarkan ceramah-ceramah Agama Islam.[]

%d blogger menyukai ini: