Pawai Bendera Israel Dianggap Tradisi, Bentuk Ketidakadilan

Muslimahnews.com – Pernyataan Kapolda Papua yang menyebut pawai bendera Israel dianggap tradisi disebut jubir HTI sebagai sebuah ketidakadilan. Menurut Ismail Yusanto, bendera Israel disebut tradisi tapi kalau bendera tauhid kerap dikriminalkan bahkan dianggap bendera teroris.

“Ini kok ada warga yang hingga begitu rupa membanggakan bendera yang jelas telah melakukan kedzoliman luar biasa, ini kok dibiarkan lalu dikatakan hanya sebuah tradisi, tradisi apa?, namun di saat yang sama polisi begitu kerasnya kalau tampak orang yang membawa bendera tauhid, dan langsung dikatakan itu bendera teroris padahal tidak pernah ada keputusan kalau itu bendera teroris,” ungkapnya kepada mediaumat.news.

Sebelumnya sebagaimana diberitakan CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan konvoi ini dilakukan oleh komunitas Sion Kids. Menurutnya, mereka menggelar acara peringatan budaya yang sudah menjadi tradisi.

“Pengibaran bendera Israel di Jayapura peringatan dari komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya,” ujar Boy saat dihubungi.

Ismail menjelaskan semua orang tahu yang dikibarkan di Papua adalah bendera Israel yang menjajah Palestina dan semua orang juga tahu apabila negara Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

“Karena itu siapa saja yang secara demonstratif mengibarkan bendera Israel dalam pawai, itu tidak boleh dipandang remeh,” tegasnya.
Ismail juga mempertanyakan sikap standar ganda kepolisian yang cenderung mencerminkan islamphopia.

“Itu patut dipertanyakan kenapa ketika menyangkut tentang Islam begitu keras, ada phobia di situ, bagaimana mungkin polisi yang besar di negara yang mayoritas Islam ini tidak begitu suka dengan simbol-simbol Islam, di sisi lain sangat toleran terhadap bendera Israel yang jelas-jelas mendzolimi umat Islam,” pungkas Ismail. []FS

Sumber: https://mediaumat.news/pawai-bendera-israel-dianggap-tradisi-bentuk-ketidakadilan/

%d blogger menyukai ini: