Larangan Ceramah Khilafah, Kriminalisasi Ajaran Islam

MuslimahNews.com — “Para fuqaha sepakat akan kewajiban mendirikan Khilafah. Umat Islam pun mencintai para Khalifah. Dalam majlis-majlis ta’lim di Indonesia, pujian kerap dilantunkan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang tak lain adalah para Khalifah Rasulullah SAW yang menjaga ajaran Rasulullah tetap termanifestasi dalam kehidupan,” tukas Pratma Julia Sunjandari kepada MNews (10/5/2018) terkait pernyataan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Nuning Rodiyah sebagaimana dikutip Eramuslim.

Nuning meminta penceramah berhati-hati dalam menyampaikan pesan dakwahnya di televisi selama Bulan Ramadhan. “Penceramah jangan sampai mengambil materi Khilafah atau tentang pemerintahan,” katanya dalam konferensi pers di Gedung KPI Pusat, Jalan Ir. Juanda No. 36, Jakpus, Rabu (02/05).

Tanpa Khilafah, kata Pratma Julia, tak akan ada para Khalifah. Larangan Komisioner KPI tersebut jelas mewakili kalangan yang telah terjangkiti fobia akan Islam politik. “Komisi Penyiaran Indonesia yang ‘katanya’ memiliki independensi, bebas dari campur tangan pemodal maupun kepentingan kekuasaan, justru menunjukkan keberpihakannya pada setiran ideologi mainstream yang menguasai benak para pemodal dan penguasa. Mereka tak jera terus melakukan kriminalisasi berbagai ajaran Islam, dari masalah privat hingga puncak dari seluruh kewajiban, Khilafah.” Ungkap Pratma.

Namun, menurut Pratma, sekuat apapun kriminalisasi yang dilakukan terhadap Khilafah, Allah SWT tidak akan pernah ridha. Sekalipun seluruh penguasa di muka bumi ini membungkam dakwah tentang Khilafah, akan ada cara untuk menunjukkan kepada umat yang hanif, bahwa dunia tak henti membicarakannya.

Pratma lalu menjelaskan karangan Eugene Rogan, Direktur St Antonys College Middle East Centre, University of Oxford, yang bertajuk The Fall of the Ottomans: The Great War in the Middle East. Buku ini diterjemahkan menjadi “Dari Puncak Khilafah: Sejarah Arab-Islam Sejak Era Kejayaan Khilafah Utsmaniyah”, dinobatkan sebagai buku terbaik dalam Islamic Book Fair (IBF) 2018.

“Khilafah. Sekarang mereka mengindera dan mencernanya. Selanjutnya, mereka pun akan ikut merindu dan memperjuangkannya. Siapakah yang sanggup menolak kebenaran yang telah disyari’atkan Allah Sang Maha Agung?” Tegasnya.[] MNews

%d blogger menyukai ini: