Menjauhkan Masjid Dari Pemikiran Menyimpang? Wajib!

Berita:

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi ceramah Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Amien meminta pengajian di masjid disisipi unsur politik. Moeldoko justru menilai, sebaiknya masjid digunakan untuk menyampaikan syiar Islam.

“Harus dipisahkan di mana masjid itu sebagai tempat syiarnya hal-hal yang bagus. Jangan dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang menyimpang,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Sumber: liputan6.com

Yusron Fahmi/Liputan6.com

Komentar:

Muslimahnews.com – Pernyataan Moeldoko ini sama dengan menjauhkan umat Islam dari ajaran Islamnya. Rasulullah mencontohkan masjid tidak hanya menjadi tempat menyelenggarakan ibadah ritual. Justru masjid juga menjadi tempat membahas dinamika sosial politik dan tempat merumuskan solusi beragam persoalan umat. Masjid adalah sentra aktivitas politik. Karena politik adalah bagian penting dan agung dalam pandangan Islam.

Menjauhkan masjid dari pemikiran meyimpang? Memang wajib dilakukan. Jauhkan masjid dari penyampaian pemikiran sekularisme, liberal, pluralisme, dan semisalnya. Jangan sampai ada masjid yang tidak tegas menyuarakan haramnya pemimpin kafir, tidak mau menasihati penguasa yang zalim dan represif karena virus-virus sekularisme dan pluralisme.

Sebaliknya, bila Moeldoko menganggap tuntunan Islam seputar kepemimpinan dan politik sebagai pemikiran menyimpang –karena bisa merugikan rezim yang sedang berkuasa– adalah sebuah pandangan menyesatkan yang harus ditolak oleh umat.

Dalam konteks khusus, pernyataan Moeldoko dimaksudkan untuk merespon seruan Amien Rais agar para ustadzah mengisi pengajian kaum ibu dengan konten politik. Memang harus. Faktanya, kaum ibulah yang punya banyak peluang mengajarkan berpolitik dengan landasan syariat Islam di dalam keluarganya, kepada anak-anaknya sejak dini.

Kaum ibu juga menjadi pihak yang paling merasakan dampak politik yang tidak berlandaskan Islam, yang menyengsarakan umat dan yang membiarkan rusaknya anak-anak generasi umat ini. Bila kaum ibu memahami bagaimana solusi Islam atas semua realitas buruk yang dihadapinya saat ini, maka semestinya koreksi terhadap kebijakan yang salah dan tuntutan penerapan syariat Islam-lah yang akan disuarakan.

Karena itu, wahai kaum ibu… sadarilah. Makin banyak pihak yang menampakkan islamophobia dan melakukan upaya sistematis menjauhkan umat dari ajaran Islamnya. Pahamilah politik Islam secara utuh, sepanjang waktu. Bukan hanya menjelang momen tertentu.

Iffah Ainur Rochmah