ABS mengatakan, jumlah orang yang tinggal di tempat yang penuh sesak telah mengalami salah satu kenaikan terbesar.

Angka di tahun 2016 naik dari tahun 2011 sekitar 10.000, membuat jumlah orang di akomodasi yang terlalu padat menjadi 51.000 orang.

“Kami melihat kepadatan penduduk yang parah di rumah di mana seharusnya ada empat kamar tidur tambahan untuk menampung semua orang dengan layak,” kata Dr Jelfs.

Smith mengatakan, orang-orang di akomodasi yang penuh sesak adalah “tunawisma tak nampak”.

“Kami bisa melihat [tunawisma] di sekitar (mereka) yang tidur di jalanan yang kami lihat ada di semua kota besar dan kota kecil kami, dan sementara jumlahnya naik, itu hanya 7 persen dari masalah,” katanya.

“Angka-angka ini memberi tahu kami bahwa lebih banyak orang tidur di jalanan, memiliki masa tinggal yang tidak pasti di pusat-pusat tempat tinggal dan makin banyak menjejali rumah-rumah yang sudah penuh sesak.”

Sekitar 8200 orang di seluruh Australia tidur di jalanan.
Sekitar 8200 orang di seluruh Australia tidur di jalanan.

ABC News: Margaret Burin

Ia mengatakan, lebih banyak hal perlu dilakukan untuk meningkatkan perumahan sosial yang terjangkau.

“Biaya untuk menyewa, membayar tagihan dan membeli makanan benar-benar tak masuk akal,” kata Smith.

CEO VincentCare Victoria, John Blewonski, menyerukan sebuah strategi nasional untuk mengatasi tunawisma.

“Kami telah melihat berbagai tanggapan oleh pemerintah negara bagian dan lokal namun kenyataannya kami memerlukan strategi gabungan,” ujarnya.

“Kami tentu sadar akan krisis -orang-orang yang berada dalam krisis perumahan, orang-orang yang tidur sembarangan yang kami lihat di jalanan -namun jumlah signifikan yang ada di belakang angka tersebut adalah orang-orang yang membutuhkan akomodasi jangka panjang dan aman yang hanya bisa ditangani melalui strategi perumahan nasional.”

Tinggal di Mobil Memalukan

John Koutsintas adalah salah satu dari banyak tunawisma di Australia.

John Koutsintas tidur di mobilnya hampir setahun
John Koutsintas tidur di mobilnya hampir setahun setelah hubungannya hancur. Ia mandi dan makan di Pusat Komunitas Ozanam di Melbourne Utara.

ABC News: Billy Draper

Ia tidur di mobilnya dan menggunakan Pusat Komunitas Ozanam di Melbourne Utara secara teratur sehingga ia bisa mandi dan makan roti lapis yang dibuat oleh para relawan.

Mobilnya telah menjadi rumahnya sejak hubungannya hancur hampir setahun yang lalu, dan ia sedang menunggu antrian untuk masuk ke perumahan umum.

“Saya berada di urutan teratas daftar dan masih menunggu dua tahun,” akunya.

“Saya tak bisa mendapatkan pekerjaan karena saya tidak punya pakaian dan saya harus datang ke sini hanya untuk mandi.”

Ia mengatakan bahwa dirinya telah menjadi pembersih mobil selama 25 tahun dan ia berharap bisa mendapatkan pekerjaan begitu ia memiliki alamat tetap dan tempat tinggal.

Sumber: australiaplus.com.indonesian, 14/3/2018