Hanya Satu Solusi untuk Muslim Ghouta Timur

Oleh: Yahya Nisbet

 

Muslimahnews.com – Ghouta Timur adalah kancah kejahatan terbaru dari penjagal Bashar Al-Assad dan para pendukungnya di Timur dan Barat. Empat tahun yang lalu tempat di mana senjata kimia ditembakkan ke arah warga sipil, dan ini adalah Srebrenica terbaru Suriah, sama seperti Aleppo adalah Sabra dan Shatila-nya.

Amat memalukan sekali dunia hanya melihat, dengan cara yang sama mereka dengan lemah  mengamati pembantaian Rohingya, atau kejahatan setiap hari yang dilakukan terhadap Muslim Palestina.

Tidak mengherankan bahwa negara-negara Barat hanya menawarkan kata-kata kutukan nan kosong, sementara kolonialisme mereka itulah yang secara langsung memandu kekejaman tersebut untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan materi bagi mereka.

Juga tidak ada harapan pada penguasa negeri-negeri Muslim di sekitarnya yang pernah melakukan tindakan apa pun yang benar-benar akan menyelamatkan nyawa manusia yang oleh pasukan Bashar tengah habis dibantai. Mereka semua telah mengikat bendera mereka terlalu erat ke tiang Barat sehingga bagi mereka tidak dapat memikirkan untuk bertindak melawan kepentingan kaum kolonialis Barat.

Sejatinya militer dari negeri-negeri Muslim yang seharusnya dapat diharapkan untuk menjawab panggilan Allah dan Rasul-Nya, yang menyeru mereka kepada sesuatu yang memberi mereka kehidupan. Kita harus tahu bahwa Allah-lah yang memberi kita petunjuk kepada Islam dan bahwa Dialah yang akan mengumpulkan kita semua untuk memperhitungkan pada hari di mana kita akan dikumpulkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan” [Al-Anfal: 24]

Mereka yang memiliki kemampuan paling besar yang memiliki tanggung jawab terbesar untuk menjawab teriakan orang-orang tak berdosa yang sedang disembelih ratusan setiap harinya.

وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ…

“Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan…” [Al-Anfal: 72]

Jika tentara-tentara Muslim menggunakan pelatihan dan senjata mereka untuk membela kaum Muslimin dengan alasan yang adil terhadap para penguasa zalim yang telah membunuh dan membantai warga sipil yang tidak berdosa, maka dengan izin Allah, mereka akan berhasil.

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman” [Ar-Rum: 47]

Namun hanya orang-orang yang dihantam oleh penyakit nasionalisme sekuler Barat yang terus menghormati batas-batas Sykes-Picot warisan tua penjajah, yang berpikir bahwa mereka tidak dapat mencampuri urusan negara berdaulat lainnya. Namun, kita harus bertanya kepada mereka kedaulatan siapa yang harus dijalankan, padahal sesungguhnya Allah dengan jelas berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” [Al-Mulk: 1-2]

Batas-batas seperti itu tidak memiliki tempat di antara kaum Muslim, karena Islam menjadikan kita umat yang satu. Nabi bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah laksana satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan demam dan kesulitan tidur” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, kami memanggil umat Islam untuk terus menerus mengingatkan Muslim yang cakap dalam tentara dan militer untuk mengenali tujuan sebenarnya mereka, dan bahwa hanya konsep palsu nasionalisme dan politisi pengkhianat yang telah menahan mereka untuk tidak menyadari potensi mereka sebenarnya. Mereka adalah pembela ummah dan sarana dimana seluruh dunia akan mengetahui keadilan Islam.

Hanya Khilafah di jalan kenabian, yang akan mengakhiri tirani para agen penjajah Barat, yang memperkaya tuan-tuan mereka di luar negeri sementara membuat hidup kaum Muslimin menjadi sebuah kesengsaraan.

Khilafah adalah janji Allah SWT dan kabar gembira dari Nabi Saw.

Allah berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. [An-Nur:55]

Sumber:www.hizb.org.uk

%d blogger menyukai ini: