Saat PBB Kehabisan Kata Soal Anak-anak yang Tewas di Suriah

Badan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNICEF mengeluarkan ‘pernyataan’ kosong untuk mengekspresikan kemarahan atas banyaknya korban jiwa, terutama anak-anak, dalam konflik Suriah. Serangan terbaru rezim Suriah di Ghouta Timur dan Damaskus memicu banyak korban jiwa.

“Tidak ada kata-kata yang mampu memberi keadilan bagi anak-anak yang tewas, ibu-ibu mereka, ayah-ayah mereka dan orang-orang terkasih mereka,” demikian bunyi pernyataan terbaru Direktur Kawasan UNICEF, Geert Cappalaere, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/2/2018).

Kata-kata itu membuka ‘pernyataan’ kosong UNICEF. Di bawah kalimat itu, hanya ada 10 garis kosong dengan tanda kutip yang menunjukkan jelas ada teks yang hilang.

Sebuah catatan kaki di bagian bawah menjelaskan maksud ‘pernyataan’ kosong ini.

“UNICEF mengeluarkan pernyataan kosong ini. Kami tak lagi memiliki kata-kata untuk menggambarkan penderitaan anak-anak dan kemarahan kami,” demikian bunyi penjelasan itu.

“Apakah mereka yang menyebabkan penderitaan masih punya kata-kata untuk membenarkan aksi biadab mereka?” imbuh penjelasan itu.

Pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad telah mengepung nyaris 400 ribu warga sipil yang terjebak di wilayah Ghouta Timur selama bertahun-tahun. Pengepungan itu semakin diperketat sepanjang tahun ini dan gempuran ke kawasan itu terus ditingkatkan.

Taktik pengepungan dan serangan tanpa pandang bulu terhadap area warga sipil berlawanan dengan ‘aturan perang’ yang disepakati internasional.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan pasukan propemerintah Suriah melancarkan serangan udara di Ghouta Timur pada Senin (19/2) malam hingga Selasa (20/2) pagi. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang, dengan sedikitnya 20 orang di antaranya merupakan anak-anak. (detik.com, 20/2/2018)

%d blogger menyukai ini: