Anak Sadar Politik? Harus Itu

Oleh: Zulia Ilmawati (Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)

 

Politik yang banyak dipahami masyarakat sekarang ini selalu identik dengan persoalan seputar pemilu dan segala macam intriknya yang syarat dengan trik untuk memenangkan pertarungan. Wajar bila lantas orang menilai bahwa aktivitas politik adalah aktivitas yang kotor dan mesti dihindari. Benarkah demikian? Bagaimana politik dalam pandangan Islam, dan apa pula pentingnya membangun kesadaran politik kepada anak?

Politik (siyasah) dalam pandangan Islam berarti pengaturan terhadap urusan umat, baik untuk urusan dalam maupun luar negeri dengan cara Islam. Jadi politik pada dasarnya bukanlah kegiatan yang kotor, karenannya tidak boleh dijauhi. Memimpin dan mengatur urusan umat serta mengadakan perbaikan yang bermanfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat adalah inti dari tujuan politik. Jadi, politik itu sangatlah penting. Tidak akan tegak kehidupan manusia tanpa politik. Tapi tidak akan menjadi baik kehidupan sebuah masyarakat tanpa politik yang Islami. Begitu banyak persoalan umat yang tidak terselesaikan yang membuat keadaan umat semakin buruk tidak, lain disebabkan karena syariat Islam tidak diterapkan dalam kehidupan.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan dalam haditsnya: “Perumpamaan orang yang menjaga dan menerapkan batas (peraturan) Allah adalah laksana kelompok penumpang kapal yang mengundi tempat duduk mereka. Sebagian mereka mendapat tempat di bagian atas, dan sebagian lain di bagian bawah. Jika mereka membutuhkan air, maka harus berjalan melewati bagian atas kapal. Maka mereka berujar: “Bagaimana jika kami lobangi saja bagian bawah kapal ini (untuk mendapatkan air) toh hal itu tidak menyakiti orang yang berada di bagian atas”. Jika kalian biarkan mereka berbuat menuruti keinginan mereka itu, maka binasalah mereka, dan seluruh penumpang kapal itu. Tetapi jika kalian cegah mereka, maka selamatlah mereka dan seluruh penumpang yang lain”. (HR. Bukhari)

Karena itu, adanya kesadaran politik Islam juga sangat penting. Dari kesadaran politik ini, umat menjadi tahu tentang bagaimana semestinya hidup diri dan masyarakatnya diatur sesuai dengan aturan Islam. Ketika pengaturan yang Islami itu tidak ada, maka ia akan berusaha atau berjuang untuk mewujudkannya. Inilah hakikat dari perjuangan atau dakwah politik. Maka, agar kelak ketika dewasa kesadaran politik Islam sudah tertanam, kesadaran politik perlu dibangun sejak dari masa anak-anak.

 

Membangun Kesadaran Politik Anak

  1. Berikan Pemahaman Politik Yang Benar

Pemahaman yang benar tentang makna politik sangat penting diberikan kepada anak, agar anak tidak memiliki pemahaman yang salah seperti yang berkembang di tengah-tengah masyarakat saat ini. Ketika memberikan penjelasan kepada anak, sertai dengan memberikan gambaran pentingnya aktivitas politik untuk umat. Jelaskan juga apa yang akan terjadi jika aktivitas politik ini tidak dilakukan. Dan bagaimana pula bila aktivitas politik itu dilakukan tapi bukan berdasarkan Islam. Kalau diperlukan lengkapi dengan dalil-dalil dan contoh-contoh yang bisa dipahami oleh anak.

 

  1. Libatkan Anak dalam Aktivitas Dakwah

Aktivitas politik Islam tidak lepas dari aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar (dakwah). Melibatkan anak dalam aktivitas dakwah merupakan pembelajaran politik yang bisa langsung dirasakan oleh anak. Ajaklah anak turut serta ketika kita menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi, seminar atau bahkan aksi-aksi protes di jalanan. Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Bisa juga ditanya tentang materi yang disampaikan orang tua, respon atau tanggapan para peserta, bahkan mungkin tanpa kita duga ia juga mempunyai kritik dan saran buat kita. Tapi, sebelum memutuskan untuk mengajak anak tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Maka, lakukan persiapan seperlunya agar anak di sana bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.

 

  1. Diskusi Politik

Ketika tengah melihat televisi atau membaca koran biasanya ada topik yang menarik. Misalnya soal perlawanan anak-anak Palestina, atau mungkin ada berita musibah banjir, gunung meletus, tsunami yang menimbulkan kerusakan hebat dan penderitaan yang meluas; atau soal kehidupan sebagian anggota masyarakat yang dalam kemiskinan dan cacat, semua itu bisa menjadi bahan perbincangan yang hangat dengan anak-anak. Bagus bila anak sudah langsung bisa berkomentar dan memberikan pendapat. Kita tinggal menambahi atau memberikan arahan serta solusi menurut Islam.

Kalau anak-anak belum memberikan respon, kita bisa memancingnya dengan bertanya kepada mereka, apa tanggapannya setelah melihat itu semua. Bukan hanya tanggapan, bila perlu ajaklah anak memberikan respon secara kongkrit. Misalnya, mengumpulkan uang dari sebagian tabungan mereka untuk membantu anak-anak yang terkena musibah yang dia lihat di televisi. Bisa juga dengan mengajak mereka berdoa bersama-sama setelah selesai shalat berjamaah agar Allah memberikan pertolongan kepada mereka. Jangan lupa biasakan anak juga berdoa untuk keselamatan dan kejayaan umat Islam di seluruh dunia. Seorang muslim mustinya seperti kata Rasulullah, peduli terhadap keadaan muslim yang lain. Maka, sampaikan kepada mereka hadits Rasul: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari tidak memikirkan urusan kaum muslimin, maka dia tidak termasuk umatku”.

 

  1. Ajak Anak Ikut Masirah

Masirah merupakan bentuk aktivitas politik untuk memberikan koreksi kepada penguasa ketika mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak membela kepentingan umat. Atau ketika mereka lalai bahwa sesungguhnya tugas utama penguasa adalah mengurusi kepentingan umat. Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran politik kepada anak sekaligus rekreasi politik keluarga. Pekikan takbir, terikan semangat yang menggetarkan, lagu-lagu Islami penegakkan syariah dan khilafah akan memberikan pengalaman baru buat anak. Jangan heran kalau kemudian anak-anak terbiasa dengan kata-kata Allahu Akbar, Tegakkan Syariah dan Khilafah. Aktivitas ini juga bisa dijadikan sarana untuk menstimulasi perkembangan sosialnya. Ketika anak berada dalam kerumunan orang banyak, secara tidak langsung anak akan belajar mengenal banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda. Sebelum mengajak anak masirah tentu harus diperhatikan kondisi fisik anak. Persiapkan perbekalan dan keperluan anak sebaik mungkin, agar kenyamanan anak tidak terganggu.

 

  1. Kenalkan Negeri-Negeri Kaum Muslimin

Anak perlu dikenalkan wilayah-wilayah negeri-negeri muslim yang pernah mengalami kejayaan ketika Islam ditegakkan. Jelaskan kepada anak awal mula terpecahnya negeri-negeri muslim, kemunduran dan kelemahan ketika negeri-negeri muslim tidak bersatu, dan perlunya pemimpin yang menyatukannya. Dengan memberikan gambaran yang jelas kepada anak, diharapkan anak akan tergugah dan termotivasi untuk menyatukan kembali negeri-negeri muslim yang terpecah-pecah. Jika ada dana yang cukup, tidak salah juga anak diajak untuk menyaksikan secara langsung bekas-bekas kejayaan Islam yang masih tersisa dengan mengunjungi negeri-negi muslim.

 

  1. Kenalkan Upaya-Upaya Musuh Terhadap Umat Islam

Kepedulian terhadap masalah umat Islam juga dapat dilakukan dengan mengenalkan upaya-upaya musuh terhadap umat Islam. Seperti mengenal gerakan-gerakan misionaris yang menyusup di kalangan umat Islam dan menyadarkan keluarga mengenai hal itu, dengan mendiskusikan bahaya mereka, sarana mereka dalam menaruh racun dalam madu, serta tempat–tempat umat Islam yang menjadi sasaran mereka. Anak juga mulai bisa dikenalkan dengan propaganda-propaganda yang merusak di dunia Islam seperti sekularisme, nasionalisme, zionisme dan sebagainya tentu dangan bahasa dan contoh yang bisa dipahami oleh anak.

 

  1. Pahamkan Tentang Pentingnya Penerapan syariat Islam

Banyaknya problematika umat yang tidak terselesaikan saat ini, sejatinya karena tidak diterapkannnya syariat Islam. Tidak diterapkannya syariat Islam akan menimbulkan banyak masalah. Antara lain kemiskinan, ketidakadilan, kedzaliman, termasuk penjajahan dan perpecahan serta pengkotak-kotaan umat Islam menjadi beberapa bagian, bahkan diantaranya saling berperang satu sama lain. Pendudukan Bangsa Yahudi di negeri Palestina, kiblat kedua umat Islam serta rencana mereka untuk mengusir umat Islam dari seluruh tanah Arab. Perlu ditegaskan pula kepada anak, bahwa perjuangan utama umat adalah penegakan syariah dan dengan penerapan syariah itulah kerahmatan Islam akan benar-benar terwujud.[]

 

%d blogger menyukai ini: