Logika Sesat LGBT: Mengapa Allah Tidak Mengazab Kami seperti Kaum Luth As?

Muslimahnews.com “Sekali lagi saya ulang: Jika benar Tuhan mengazab Sodom karena LGBT, kenapa Dia tak mengazab negeri-negeri yang menolerir LGBT sekarang? Kenapa?” tulis Ulil melalui akun Twitter pribadinya @ulil.

Apa yang dikatakan Ulil Abshar Abdalla, tokoh Islam liberal di Indonesia, dalam cuitannya di atas, menjadi salah satu dalil bagi kaum LGBT untuk merasa yakin bahwa tidak ada yang salah dengan perbuatan mereka.  Padahal, apa yang dikatakan Ulil tersebut jauh sekali dari pemahaman Islam, dan merupakan cerminan ketidakpahamannya terhadap Islam.

Allah tidak mengazab pelaku LGBT saat ini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembolehan perilaku ini dalam Islam.  Menurut sebagian ulama, azab Allah yang bersifat penghancuran umum tidak terjadi lagi setelah Allah Ta’ala menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa berdasarkan isyarat dari ayat Alquran:

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia, petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.” (QS. Al-Qashash: 43)

Terkait isyarat dari ayat tersebut, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Bahwa sesudah diturunkan Taurat, tidak satu umat pun yang diazab secara umum.  Sementara Firaun dan bala tentaranya dibinasakan sebelum Nabi Musa menerima Taurat” (Tafsir Ibnu Katsir, 2013. Jil. 7 hal. 102, Pustaka Imam Syafi’i).

Perkataan Ulil di atas, seolah menantang Allah untuk segera menurunkan azab.  Kesombongan terhadap Allah seperti ini, sama persis seperti lontaran tantangan dari musyrikin Quraisy di masa Rasulullah saw.  Dan apa jawaban Allah?

“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (QS. Al-Anfal: 32-33).

Rasulullah saw memang telah wafat sehingga tidak lagi berada di tengah kita.  Namun masih ada orang-orang yang beristighfar memohon ampun kepada Allah di tengah masyarakat. Atau keberadaan orang-orang yang berdosa namun masih menyadari bahwa perbuatannya adalah dosa, dan masih menyesalinya dengan mohon ampun kepada Allah, seperti yang disebutkan oleh ayat 33 Surat Al-Anfal di atas.

Boleh jadi juga Allah tidak menurunkan azab karena masih tegaknya amar ma’ruf nahi munkar di dunia.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, lakukanlah amar maruf nahi munkar atau hampir saja Allah mengirimkan hukuman atas kalian dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya lalu doa kalian tidak dikabulkan.” (HR. Tirmidzi).

Di dunia saat ini hampir selalu ada para dai pelaku amar ma’ruf nahi munkar, atau kelompok kaum muslimin yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan menggunakan berbagai sarana.  Termasuk juga dalam kasus LGBT, sekalipun di negara-negara pendukung LGBT, selalu ada orang yang menentang dan menyerukan untuk meninggalkan perilaku bejat ini.

Bila Allah tidak menurunkan azabnya saat ini, orang-orang LGBT seharusnya malah takut terhadap ancaman Allah nanti di akhirat yang menyediakan azab pedih buat mereka.

“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 42).

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (Q.s. Ali Imran: 178).

Maka lebih baik para pendukung dan pelaku LGBT segera bertaubat, sebelum mereka melihat siksa Allah didatangkan secara nyata di hadapan mereka. [] (Rien Purnama)

%d blogger menyukai ini: