Kapitalisme Amerika Sebabkan Anak-Anak dan Wanita Meninggal Dunia

Salah satu penulis sebuah studi tentang kematian anak-anak AS baru-baru ini mengatakan kepada seorang wartawan, “Amerika merupakan negara demokratis kaya di dunia yang paling berbahaya bagi anak-anak … Di semua usia dan jenis kelamin, anak-anak telah meninggal lebih banyak di AS daripada di negara-negara yang sama sejak tahun 1980-an.”

Laporan tersebut dipublikasikan secara online pada 8 Januari 2018 di Health Affairs. Sembilan puluh persen kematian yang dianalisis dalam laporan tersebut adalah bayi dan remaja.

Para penulis laporan tersebut mengungkapkan, “Kami memeriksa tingkat kematian di 20 negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada anak-anak berusia 0-19 tahun mulai tahun 1961 sampai 2010 dengan menggunakan data yang tersedia untuk publik.” Mereka menemukan bahwa, “Selama lima puluh tahun periode kajian, performa AS tertinggal (dibanding yang lain). Hal itu ditunjukkan dengan lebih dari 600.000 angka kematian.”

“Sementara angka kematian anak semakin menurun di semua negara, angka kematian di AS lebih tinggi daripada di negara-negara sahabat sejak tahun 1980-an,” mereka mengindikasikan. “Dari tahun 2001 sampai 2010 risiko kematian di AS adalah 76 persen lebih besar untuk bayi dan 57 persen lebih besar untuk anak usia 1-19 tahun. Selama dekade ini, anak-anak yang berusia 15-19 tahun delapan puluh dua kali lebih mungkin meninggal karena pembunuhan senjata di AS.”

Pada tahun 2013, United Nations Children’s Fund menempatkan Amerika Serikat di urutan ke-25 di antara 29 negara maju untuk kesuksesan dalam menjamin kesehatan dan keselamatan anak. Bayi keturunan Afrika di Amerika Serikat paling berisiko mengalami kematian.

Angka kematian bayi (IMR) AS secara keseluruhan untuk semua bayi pada tahun 2015 adalah 5,9. (IMR adalah jumlah bayi yang meninggal selama tahun pertama kehidupan mereka untuk setiap kelompok dengan 1000 bayi yang lahir hidup). IMR untuk bayi kulit putih adalah 4,8; sedangkan untuk bayi kulit hitam dan Hispanik masing-masing adalah 11,4 dan 5,2.

Para Ibu di AS mengalami tingkat kesehatan yang sama mengerikannya. Di Amerika Serikat tingkat kematian ibu hamil (MMR) untuk tahun 1990, 2000, dan 2015 masing-masing adalah 16,9, 17,5, dan 26,4. (MMR adalah jumlah wanita meninggal per 100.000 yang melahirkan, karena sebab-sebab terkait persalinan selama kehamilan, proses persalinan, dan selama 42 hari sesudahnya.) Angka MMR di Kanada untuk tahun yang sama adalah 6,0; 7,7; dan 7,3.

Selama periode 25 tahun tersebut, secara global MMR menurun dengan rata-rata 1,5 persen per negara per tahun. Namun selama periode yang sama di Amerika Serikat, MMR meningkat rata-rata 1,8 persen per tahun.

MMR untuk Amerika Serikat pada tahun 2010 berada pada peringkat 48 tempat lebih tinggi daripada Estonia yang MMR-nya paling rendah di dunia. MMR untuk ibu kulit hitam di Amerika Serikat pada tahun 2012 hampir empat kali lipat dari wanita kulit putih.

Dalam daftar Save the Children di tahun 2015 untuk keseluruhan kinerja dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para ibu, Amerika Serikat berada di posisi ke-61.

Kesalahan atas kondisi ini dijatuhkan pada kapitalisme. Dalam artikel terbaru mereka Monthly Review, John Bellamy Foster dan Brett Clark menjelaskan bahwa orang-orang kapitalis sampai pada sebuah metode untuk mengumpulkan kekayaan dengan mengorbankan wanita. Kami pikir anak-anak juga mengalami hal yang sama.

Mereka mengandalkan sebuah proses yang mana Marx, Engels, dan pengikut mereka melabelinya sebagai “reproduksi sosial”, yang mengacu pada kebutuhan kaum kapitalis untuk memperbarui angkatan kerja mereka. Anak-anak adalah umpan bagi reproduksi sosial, dan wanita adalah agennya.

Dengan mengutip hasil investigasi orang lain, para penulis Monthly Review menjelaskan bagaimana wanita -dan anak-anak- menjadi sumber akumulasi, sebuah tugas yang tampaknya secara mendasar tidak sesuai untuk modal/kapital. Bagaimanapun, reproduksi sosial berbeda dengan produksi komoditas yang bernilai komersial yang mana para pekerja dieksploitasi.

Namun para kapitalis cukup pandai, dan “area di luar produksi komoditas, termasuk reproduksi tenaga kerja dan apa yang bisa diambil dari alam, dianggap ‘pemberian bebas’ … untuk modal” (kata-kata Marx).

Menurut para penulis, modal menunjukkan “usaha yang diperlukan dan terus-menerus untuk melampaui atau menyesuaikan kembali batas-batasnya dengan kondisi produksi eksternalnya.” Dengan demikian kapital akan, “terus-menerus berusaha untuk mengambil alih apa yang dapat diperolehnya dari lingkungan alam dan sosialnya.” Kedua situasi itu adalah masalah “perampokan yang sebenarnya -perampasan, pengambilalihan, ketergantungan, perbudakan.”

Marilyn Waring, yang mereka kutip, berpikir bahwa, “perlakuan terhadap Ibu Pertiwi dan perlakuan terhadap wanita dan anak-anak dalam sistem akun nasional memiliki banyak kesamaan mendasar.”

Kerentanan anak-anak AS ditunjukkan baru-baru ini. Kongres pada tahun 1997 memberlakukan undang-undang yang menciptakan Program Jaminan Kesehatan Anak (CHIP). Anak-anak yang diuntungkan adalah mereka yang keluarganya mendapat banyak uang untuk mendapatkan manfaat Medicaid bagi mereka, namun tidak cukup untuk membeli asuransi kesehatan swasta.

Pada tahun 2015 tingkat anak-anak yang tidak diasuransikan di Amerika Serikat telah turun dari 13,9 persen menjadi 4,5 persen. CHIP seharusnya sudah diotorisasi ulang pada bulan September 2017, tapi itu tidak terjadi.

Antara saat itu sampai tanggal 22 Januari 2108, nampaknya asuransi kesehatan untuk jutaan anak mungkin akan hilang. Hari itu, bagaimanapun, sebuah kesepakatan muncul untuk memperbarui CHIP, namun hanya sebagai bagian dari kesepakatan sementara yang didanai oleh pemerintah federal.

Gagasan bahwa perlindungan kesehatan anak-anak bergantung pada negosiasi isu-isu yang tidak terkait menunjukkan adanya kegenting jaminan kelangsungan hidup anak-anak di Amerika Serikat.

Dengan demikian jelas bahwa prospek kesejahteraan anak-anak AS secara keseluruhan, jauh dari harapan untuk sebuah negara yang kaya. Mereka yang bertanggung jawab, tampaknya, mampu menguasai sumber daya keuangan yang dalam masyarakat yang adil akan tersedia untuk menyelamatkan anak-anak dan ibu dari kematian yang dapat dicegah.

Seseorang bertanya, bagaimana dengan anak-anak dan ibu yang tinggal di negara-negara OECD lainnya, semua kapitalis, menghindari bahaya yang mengancam anak-anak dan ibu di Amerika Serikat?

Vicente Navarro, seorang veteran simpatisan dan ekonom kesehatan, menunjukkan bahwa kekuatan kelas pekerja di Amerika Serikat lemah, terlalu lemah untuk melawan penjarahan. Dia menunjukkan bahwa, “Amerika Serikat, satu-satunya negara kapitalis utama tanpa cakupan pelayanan kesehatan universal yang dijamin pemerintah, juga merupakan satu-satunya negara tanpa demokratis sosial partai buruh yang berfungsi sebagai instrumen politik kelas pekerja dan kelas populer lainnya. Ini adalah dua fakta yang terkait.” Navarro mencatat posisi tawar gerakan buruh yang kuat di Eropa dan serikat pekerja yang relatif kecil dan malu-malu di Amerika Serikat.

Secara umum, dia mengamati, “Jika Anda menggambar spektrum negara-negara kapitalis, mencantumkannya dari yang “sangat ramah terhadap perusahaan” (seperti Amerika Serikat) sampai yang “sangat ramah pada pekerja” (seperti Swedia), Anda akan menemukan, bahwa kelas kapitalis yang sangat kuat akan memberikan cakupan manfaat kesehatan yang sangat buruk (baik di masyarakat maupun di sektor swasta), cakupan yang sangat tidak setara, dan indikator kesehatan yang sangat buruk. Ini memang kondisi AS.”

 

Sumber: www.peoplesworld.org 

Terjemahan: www.seraamedia.org

%d blogger menyukai ini: