Aturan Tuhan Bisa Dikaji Kembali?

Berita:

Secara terbuka dalam acara ILC di TV one Ade Armando mengatakan: Kajian-kajian terbaru Islam tidak semuanya menentang LGBT. Bahkan seandainya ada aturan yang tegas melarang LGBT itu bisa ditinjau kembali. “Ternyata Aturan Tuhan Bisa dikaji kembali”. Aturan Tuhan itu tergantung interpretasi. (https://m.eramuslim.com/berita/nasional/ade-armando-aturan -tuhan-bisa-ditinjau-ulang.htm)

 

Komentar:

Apa yang dikatakan Ade Armando bertentangan dengan ajaran Islam karena al Qur’an, Hadits dan para ulama secara tegas sepakat mengharamkan LGBT. Adapun kajian-kajian terbaru atau interpretasi ulang tentang al Qur’an yang membolehkan LGBT adalah interpretasi atau penafsiran yang ngawur, penafsirnya tidak memenuhi syarat-syarat sebagai mufassir al Qur’an. Bahkan karena ke-TIDAK TAHUAN-nya (tidak mempunyai kapasitas ilmu untuk berbicara tentang tafsir), Ade Armando mengatakan bahwa aturan yang tegas melarang LGBT itu bisa ditinjau kembali.

Didalam karyanya Al Tibyan fi Ulum al Qur’an, Syekh Muhamad Ali al Shabuni memaparkan kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai oleh mufassir al Qur’an. Menurut al Alama Imam al Syuyuthi: Memahami bahasa Arab dan kaidah-kaidahnya, memahami ilmu balaghah, memahami ushul fikih, memahami sebab-sebab turunnya al Qur’an, memahami nasikh-mansukh, dan memahami ilmu qiroat.

Jadi menafsirkan al Qur’an tidak boleh ngawur. Bahkan banyak sekali hadits yang mengingatkan bahwa kita tidak boleh main-main dalam menafsirkan al Qur’an. Dari Ibn Abbas Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dari Ibn Abbas r.a. Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa berbicara tentang al Qur’an tanpa disertai ilmu, maka hendaklah bersiap-siap mengambil tempat duduknya dari api neraka, Abu Musa berkata ini hadits hasan-shahih (HR. Turmudzi dan Ahmad).

 

DR. Rahma Qomariyah

%d blogger menyukai ini: